Brainstorming

Image

TEKNIK ‘curah gagasan’ mungkin sudah didengar hampir setiap orang. Disamping usianya yang sudah tua, karena diyakini diciptakan oleh Alex Osborne di tahun 1953; hampir semua buku, pidato, ceramah, pelatihan, workshop, atau kursus berkaitan dengan kreativitas, pengembangan gagasan, inovasi, motivasi, kepemimpinan dan lain-lain menyebut dan memakai teknik ini. Suzanne Turner memasukkan Brainstorming sebagai salah satu dari 94 “Tools for Success” di buku dengan judul yang sama. Michael Michalko dalam bukunya “Thinkertoys” memasukkannya sebagai sebuah idea-generator. Namun demikian di saat-saat yang dibutuhkan teknik ini kadang dilupakan, atau meski dipakai tetap mampet karena kaidah-kaidahnya sering dilanggar.

Lalu bagaimana sebuah Brainstorming yang efektif?

Pertama-tama, harus diingat misinya. Yakni:
“Cara terbaik mendapatkan satu gagasan yang baik, adalah mempunyai gagasan yang banyak!”

Jadi, Brainstorming adalah gudang informasi tentang obyek yang sedang dipikir, dibicarakan atau ditulis. Aturannya sbb:

Di tahap mengkoleksi:

  • Hindari kritisisme (mengkritisi setiap gagasan yang muncul)
  • Biarkan gagasan-gagasan muncul dengan bebas
  • Prioritaskan kuantitas gagasan
  • Hindari mempertanyakan selama tahap koleksi
  • Nyatakan gagasan secepatnya
  • Tidak diperlukan penjelasan lebih lanjut
  • Memperkenankan gagasan-gagasan kurang jelas muncul
  • Jangan takut pengulangan
  • Boleh mengkombinasi dan mengembangkan gagasan yang telah muncul
  • Jangan takut pengulangan!

Di tahap penilaian

  • kritik idenya, bukan orangnya

Sebagai latihan, bila berpikir mengenai ‘batu bata’ jangan hanya menghubungkannya sebagai ‘bahan bangunan’ saja. Tetapi:

  • alat menimpuk maling
  • pengganti odol
  • pembersih jelaga
  • bantal
  • ganjal buat mengintip
  • alat tulis
  • kado
  • kandang jangkrik

(PUF)

Sumber: http://writeinc.wikidot.com/brainstorming