BLOG VS WEBSITE

Jika kita pelaku bisnis yang ingin menjangkau pasar lebih luas, biasanya kita mulai memperhitungkan sarana atau media yang bisa menjangkau pelanggan seluas-luasnya. Untuk melakukan hal itu banyak yang bingung harus mulai dari mana. Cara termudah adalah dengan melalui media world wide web (www). Tapi yang kita tahu dari media tersebut hanya sebatas website dan blog. Kata orang-orang, website itu mahal. Blog itu murah, bahkan bisa gratis. Tapi ada juga yang bilang website itu juga ada yang murah. Daripada nanti kelamaan dan ujung-ujungnya ragu, akhirnya kita memutuskan untuk buat blog saja, yang sudah pasti gratis. Toh, sama-sama bisa eksis di internet. Dengan begitu kita bisa mulai menyaingi pelebaran sayap kompetitor bisnis kita.

Setelah blog perusahaan kita selesai dibuat, tiba-tiba ada teman yang bilang kalau usaha kita tidak punya prestis karena pakai blog, bukan website. (Untung teman yang bilang, coba kalau kompetitor?). Blognya gratisan boleh numpang di Blogger atau WordPress. Sedangkan kalau pakai website, usaha kita tidak akan dipandang sebelah mata karena punya domain sendiri, misalnya http://www.namausaha.com.

Apa benar begitu? Apa sebenarnya blog itu? Apa bedanya dengan website?

Blog, adalah kependekan dari weblog. Weblog terdiri dari dua kata, web dan log. Web maksudnya adalah website, dan log berarti suatu catatan yang bersifat kronologis. Secara harfiah weblog berarti catatan yang bersifat kronologis yang berbentuk website. Catatan kronologi yang berbentuk buku sudah kita kenal dengan sebutan diary. Sedangkan catatan yang ini berbentuk website. Memang seperti diary karena setiap catatan diurut berdasarkan waktu kejadian, biasanya diurut terbalik (yang terbaru yang paling atas/paling depan).

Pada awal kemunculannya, blog dibuat untuk catatan pribadi. Ya seperti diary itu tadi, tapi ini berbentuk digital dan dipublikasi di world wide web. Sebut saja namanya online diary. Kadang online diary digunakan oleh kelompok kecil untuk mengulas masalah tertentu yang jadi perhatian mereka. Para penulis ini – baik personal atau kelompok kecil – menyebut diri mereka diarist, journalist,  atau journalers. Kalau penulis buku punya nama pena (pen name), sedangkan penulis digital ini punya nama layar (screen name).

Seiring perkembangan waktu, penggunaan online diary ini menjadi semakin kompleks, apalagi beberapa perusahaan mulai mengembangkan aplikasi supaya para diarist baru, journalist baru, atau journalers baru bisa langsung mempublikasikan hasil tulisan mereka tanpa harus belajar kode-kode HTML atau programming terlebih dahulu.

Pada tahun 1999, Peter Merholz melalui websitenya (peterme.com) berguyon memecah kata weblog dengan memberikan spasi di tempat yang salah, menjadi “we blog” (harusnya web log). Dari sinilah terminologi blog berasal. Tak lama kemudian Pyra Labs (pembuat blogger.com) mempopulerkan kata blog sebagai kata benda (noun) sekaligus kata kerja (verb). Blog sebagai kata benda berarti catatan harian/diary yang ada di website. Blog sebagai kata kerja berarti kegiatan diarist, journalist, atau journalers dalam menulis online diary.

Lantas website itu apa?

Selama ini kita sering membuka email, Facebook, Twitter, detikcom, Republika Online, tokobagus, KasKus, YouTube dan lain-lain tanpa menyadari bahwa yang kita buka di world wide web – apapun bentuknya – adalah website.

Semua yang ada di world wide web adalah website. Website, atau kadang ditulis dua kata “web site”, atau kadang hanya “web” atau “site” saja, adalah susunan halaman online yang saling tertaut satu sama lain, yang di tiap halaman itu bisa berisi teks, gambar, audio, video, atau gabungan dari hal-hal tersebut.

Tipe website bisa bermacam-macam.

  1. Archive Site (Situs arsip)
    Digunakan untuk menyimpan data elekronik. Tadinya hanya dipakai untuk menyimpan data yang terancam punah.  Tapi sekarang telah berkembang. Contohnya seperti Internet Archive.
  2. Blog (weblog)
    Website yang tadinya digunakan sebagai online diary, yang tiap publikasinya diurut berdasarkan waktu yang terbalik (yang baru di depan/di atas). Contohnya seperti Blogger dan WordPress.
  3. Corporate Website
    Dipakai untuk menjelaskan informasi latar dari perusahaan atau organisasi. Biasanya corporate website adalah “pemindahan” company profile dari versi cetak menjadi versi online.
  4. Electronic Commerce (E-Commerce)
    Website yang dipakai untuk berjualan. Biasanya dilengkapi fitur untuk transaksi.
  5. Media Sharing
    Website yang berisi media untuk di-share. Contohnya seperti YouTube, Flickr, Google Videos.
  6. Mirror Site
    Adalah website replika dari sebuah website. Biasanya dipakai untuk melindungi data yang tersimpan di website aslinya. Penggunaan mirror site sering dipakai untuk website yang menyediakan fitur unduh. Ini adalah salah satu cara untuk mengatasi banyaknya jumlah pengunduh.
  7. Phising Site
    Website tiruan untuk menipu, yang dibuat untuk mendapatkan informasi sensitif, biasanya username dan password.
  8. Search Engine Site
    Website yang mendata materi-materi yang terunggah ke world wide web. Contohnya Google, Bing, Yahoo!
  9. Social Networking
    Website yang penggunanya bisa saling berkomunikasi satu sama lain, sekaligus berbagi materi. Contohnya Facebook.
  10. Web Portal
    Website sebagai starting point atau gerbang menuju website lain, atau menuju sumber di website itu sendiri.
  11. Webmail
    Website yang menyediakan aplikasi/fitur email. Contohnya seperti Gmail.
  12. Wiki
    Website yang berisi informasi yang didapat dari anggota-anggotanya. Tiap-tiap anggota bisa memberikan kontribusi terhadap materi.
  13. Dan masih banyak lagi bentuk website yang lain.

Suatu website bisa tergolong satu tipe atau lebih.  Bahkan dalam satu halaman di satu website bisa terdiri dari berbagai tipe. Ada area yang menampilkan blog yang menjadi portal ke webisite lain, di area lain ada daftar kearsipan, di area lain ada foto-foto anggota yang baru bergabung ke website, dan lain-lain. Keragaman tipe ini dibuat untuk menarik sebanyak mungkin pengunjung. Dengan banyaknya pengunjung, sebuah website bisa mendatangkan keuntungan ekonomis dari pemasangan iklan.

Ya, lalu apa bedanya website dengan blog?

Seperti penjelasan sebelumnya, blog adalah salah satu tipe website, baik itu yang menumpang di penyedia blog populer (Blogger atau WordPress) maupun dengan domain dan hosting sendiri.  Hal yang paling menentukan sebuah website dikatakan blog adalah jika website tersebut “mengandalkan” publikasi-publikasi yang diurut berdasarkan urutan waktu sebagai sajian utamanya. Bisa jadi website tersebut memiliki fitur atau kanal lain, misal seperti kanal About Me atau Gallery, tapi yang diutamakan adalah publikasi-publikasinya. Dengan atau tanpa domain dan hosting sendiri, website tersebut termasuk kategori blog.

Sedangkan pengertian website yang dipahami masyarakat pada umumnya adalah Corporate Website, sebuah website yang menjelaskan informasi latar dari suatu perusahaan atau organisasi. Biasanya menyediakan kanal-kanal About Us, Our Services, Our Products, Clients, dan lain-lain. Tapi tak menutup kemungkinan sebuah Corporate Website memiliki blog sebagai bagian dari kanal “What’s New” mereka.

Jadi, jika kita pelaku bisnis yang ingin menjangkau pasar lebih luas, kita akan mulai memperhitungkan sarana atau media yang bisa menjangkau pelanggan seluas-luasnya. Untuk melakukan hal itu tak perlu bingung harus mulai dari mana. Cara termudah adalah dengan melalui media world wide web. Dan kita tak perlu bingung lagi menentukan apakah usaha kita membutuhkan website atau blog.