Romantika Web Developer dan Klien

Tak bisa dipungkiri hingga saat ini perkembangan website di indonesia sudah sangat maju. Dari personal, profesional, perusahaan kecil, menengah hingga kelas atas telah memiliki alamat website sebagai bagian untuk memperkenalkan diri mereka. Perkembangan ini memang tidak bisa lepas dari kian menguatnya cengkraman social media dalam kehidupan sehari-hari. Janji kemudahan akses informasi yang ditawarkan sebuah situs internet juga menjadi pemicu kian kuatnya fungsi website.  Pergeseran dunia analog menuju digital menjadi akar dari semua kegilaan dunia “ghaib” yang mau-tidak mau harus kita selami juga.

Dalam perkembangannya, Internet yang awalnya difungsikan untuk kebutuhan militer Amerika, kini sudah sangat memasyarakat. Hampir semua golongan umur dapat mengoperasikannya. Kebutuhan manusia mengenai informasi dan komunikasi kian dimudahkan. Jikalau dulu ada pepatah yang mengatakan bahwa “buku adalah jendela dunia” maka saat ini “internet adalah gerbang dunia”.

Pesatnya perkembangan “dunia ghaib digital” memaksa para pelaku bisnis melirik fungsi dari internet itu sendiri. Mereka mulai menyadari eksistensi dunia virtual yang mau tidak mau harus mereka selami. Mereka mulai memahami keuntungan-keuntungan apa yang dapat mereka dapatkan dari sebuah situs internet. Selain itu, para pelaku bisnis mulai mendapatkan gambaran bahwa, dengan memiliki alamat website, maka sebuah perusahaan akan terlihat lebih bonafit dan eksklusif.

Disisi lain, perkembangan internet juga didukung dengan kian dipermudahnya tiap personal untuk membuat situs sendiri. Maraknya template-template website gratis, menjadikan kita dapat dengan mudah membangun sebuah website. Atau, jika kita merasa masih terlalu sulit memahami cara membuat website, kita dapat mencari jasa pembuatan website yang sangat murah.

Kurang lebih seperti itulah fenomena pemahaman tentang website di negri tercinta ini. Minimnya pengetahuan tentang fungsi dari situs internet sendiri masih menjadi momok yang tidak terungkap secara gamblang. Kurangnya eksplorasi dan edukasi tentang fungsi internet yang sesungguhnya, ternyata masih sangat terasa di Indonesia. Ini terbukti dari masih banyaknya situs yang terbengkalai, seperti misalnya, dalam kurun waktu 3 bulan, situs itu tidak ada perubahan (tidak update).

Seringkali  yang terjadi adalah, ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat sebuah situs internet perusahaanya, mereka dengan cepat mencari developer  website, tanpa memikirkan apa yang seharusnya mereka siapkan sekiranya mereka telah memiliki website nantinya. Selain itu, tujuan website itu sendiri juga sering terlupakan, apakah website itu berfungsi untuk mendukung penjualan produk mereka, atau berisi tentang informasi mereka, atau hanya sebagai kelengkapan eksistensi sebuah perusahaan saja. Jika yang terkahir yang terpikirkan, maka itu adalah sebuah kesalahan besar, dan tanpa disadari justru itulah yang sering terjadi. Tidak sedikit website sebuah perusahaan ternyata hanya pemindahan isi company profile. Permasalahan ini biasanya semakin diperkeruh dengan ketidak fahaman mereka dengan dunia kreatif web developer.

Ketertarikan klien dengan iklan jasa pembuatan website murah tanpa meneliti dulu kinerja si pembuat web murah tadi, biasanya akan menambah panjang masalah yang mereka dapatkan nantinya. Tanpa bermaksud mendeskreditkan pihak tertentu, yang kebanyakan terjadi adalah, si pihak pembuat (klien) sering kebingungan ketika mereka ingin memperbarui berita di situsnya (update), karena tidak mendapatkan akses ke dapur (CMS&cPanel)dari website miliknya. Ada juga kasus lain yang sering terjadi adalah si klien ditinggal kabur oleh developer, sehingga mau tidak mau mereka harus mencari web developer baru.  Hal ini juga akan menimbulkan permasalahan lainya lagi, si developer baru-pun akan kebingungan untuk memperbaiki  situs si klien karena dia harus memiliki akses ke cPanel dan CMS dari situs yang diperbaikinnya. Pada akhirnya yang terjadi adalah pembangunan website ulang dengan alamat yang baru dan biaya baru pula tentunya.

Dilain pihak, ketika sebuah perusahaan menemukan web developer  yang baik, biasanya mereka akan tercengang dengan harga yang ditawarkan. Kebanyakan dari mereka banyak yang berfikir bahwa harga sebuah website jika sudah diatas angka 5 juta sudah terlalu mahal. Hanya sedikit perusahaan atau personal yang memahami bahwa website itu bukan barang murah yang mudah dibuat.

Pembangunan website yang baik harusnya diawali oleh intensifitas komunikasi yang tinggi antara si developer dan klien. Mereka harusnya bersama-sama menentukan apa tujuan website itu sesungguhnya. Seorang developer juga harus bisa memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi kliennya, harus juga bisa memikirkan dan menyiapkan website itu kedepannya akan bagaimana, terutama jika ada perubahan-perubahan dan pengembangan-pengembangan selanjutnya. Selain itu, estetika design yang ditampilkan-pun juga harus merujuk pada pencitraan (branding) perusahaan si klien. Harus ada pembagian terpisah antara pengembangan design web (web designer)dengan pengembangan pemrograman web (web programer), karena jika design web dan pemrograman web dilakukan secara bersamaan, biasanya akan ada penurunan kualitas, entah itu dari segi design tampilannya atau dari sisi fitur pemrogramannya.

Ketika  komunikasi dibangun antara developer dan klien, seorang web designer sudah harus memikirkan apa tampilan yang cocok dengan kemauan sang klien sesuai dengan estetika design dan me-reduce semaksimal mungkin tingkat kesulitannya jika nanti sudah diserahakan kepada web programer.  Si web programer-pun juga sudah mulai mereka-reka seperti apa kemauan si klien, dan bagaimana pengaplikasiannya ke dalam bahasa pemrograman nantinya. Setelah informasi dari klien cukup, si developer mulai merancang sitemap-nya, lalu diberikan kembali kepada si klien untuk dikoreksi.  Jika sitemap itu sudah benar, barulah pembikinan web dimulai. Selama pembikinan website, intensitas komunikasi antara developer dan klien harus terus diajaga, masing-masing pihak harus bisa saling memberikan konsultasi dan koreksi.

Dalam pembangunan website, pihak klien harus memiliki akses untuk mendapatkan informasi sudah sejauh apa website ini berjalan. Ketika pembangunan sudah rampung semua, pihak developer sebelum menayangkan website ini, harus ada test case terlebih dahulu, tes ini dilakukan untuk menguji apakah semua pemrograman berjalan dengan benar, apakah tampak baik di beberapa browser seperti mozila, opera, safari , chrome dan IE (biasanya di IE sering timbul masalah), dan diuji dibeberapa monitor dengan ukuran berbeda-beda, dari 12” sampai 21” atau lebih. Jika sudah tidak ada masalah, barulah website ini di upload ke alamat yang sudah disepakati.

Apakah sudah selesai? Belum! Pihak developer masih memiliki kewajiban untuk memberikan dapur (CMS&cPanel) website ini kepada si klien, dan harus memberikan training cara mengoperasikan CMS kepada admin yang ditunjuk oleh si klien, jika training ini tidak diberikan, maka pihak developer bisa memberikan manual book cara pengoperasian CMS, minimal berbentuk file PDF. Jika tidak diberikan juga, maka klien berhak meminta-nya.

Seperti itulah setidaknya sedikit garis besar alur pengerjaan web yang baik, dan sebenarnya masih banyak jika harus dijelaskan secara rinci. Kesadaran tentang edukasi website mengenai fungsi dan tujuannya harus benar-benar dipahami oleh kedua pihak. Karena sering juga terjadi pihak klien ternyata kurang siap untuk memiliki sebuah website, baik itu kesiapan mengenai materi, dan kesiapan mengenai konsekuensi pemeliharaan website selanjutnya.

Kekecewaan dari kedua belah pihak harus dihindari, masing-masing harus mendapatkan keuntungan tersendiri, karena ini adalah project bersama yang dibangun oleh kedua belah pihak. Pihak web developer tidak mungkin mampu membangun sebuah website yang baik tanpa ada campur tangan dari pihak klien. Jadi, pada dasarnya, dalam pembangunan dan pengembangan sebuah website, hubungan antara web developer dengan klien harus benar-benar romantis.

Sapta DeBozo

http://www.saptadebozo.wordpress.com